Jika anak kecil bermain kemudian bertengkar, maka kita akan mengatakan dengan mudah begitulah anak kecil, namanya juga anak kecil, dan seterusnya. Ini menandakan kesadaran kita tentang kehidupan anak-anak yang sudah biasa dari zaman dahulu kadang senengnya minta ampun sampai nangis karena over acting menikmati kesenangan. Kadang tiba-tiba bertengkar namun 1 menit kemudian bercanda lagi.
Begitulah kehidupan anak-anak.
Namun bagaimana jika ada orangtua ikut-ikutan bertengkar pada saat anak-anak bertengkar? Ini tentu tidak lazim terjadi. Orangtua harus super bijaksana menghadapi kondisi anak-anak yang sering bertengkar. Tidak boleh ikut-ikutan uring-uringan.
Apalagi jika anak kita bertengkar dengan anak tetangga, kita tidak boleh ikut-ikutan bertengkar. Harus sama-sama memaklumi uniknya kehidupan anak-anak. Orangtua dituntut untuk selalu berkepala dingin. Diperlukan trik-trik khusus untuk menangani perilaku anak kecil yang antara satu orang bisa jadi berbeda jauh dengan orang lain, sesuai dengna karakter anak-anaknya. :-)
No comments:
Post a Comment